Jumat, 16 Maret 2018

Operasi Kanker Ini Justru Dilakukan Dengan Mematikan Lampu

Operasi Kanker Ini Justru Dilakukan Dengan Mematikan Lampu
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Biasanya, prosedur operasi dilakukan dengan lampu yang terang. Tujuannya adalah agar dokter bedah bisa melihat dengan jelas bagian mana yang perlu diangkat. Namun, operasi yang dilakukan di Hospital of the University of Pennsylvania ini justru dilakukan dengan mematikan lampu. Kok bisa?

Photo Source: AP

Dikutip dari Fox News, di dalam kegelapan, dada pasien seperti menyala dan di area sekitar jantung terlihat seperti memendarkan cahaya berwarna pink keunguan. Ternyata, cahaya ini berasal dari semacam pewarna khusus yang memancarkan cahaya. Pewarna ini bisa mendeteksi kanker yang tersembunyi dan tidak bisa dilihat oleh mata biasa.

Dr. Sunil Singhal dari University of Pennsylvania menyebutkan bahwa dengan memakai pewarna khusus yang bisa bercahaya ini, maka dokter bisa mendeteksi sel kanker dengan lebih jelas, bahkan meskipun sel ini tersembunyi. Bahan pewarna yang bisa memancarkan cahaya berpendar ini masih dalam tahapan percobaan dan sepertinya akan disetujui penggunaannya oleh Food and Drug Administration (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat).

Sepuluh tahun lalu, Dr. Singhal mengoperasi seorang siswa yang menderita kanker paru. Operasi selesai dilakukan namun ternyata masih ada sel kanker yang tersembunyi dan tidak Ia angkat. Siswa tersebut pun meninggal tak lama setelahnya. Sang dokter sangat terpukul dengan kejadian ini.

Saat bermain dengan anaknya, Dr. Singhal terkesima dengan stiker yang bisa memancarkan cahaya saat gelap. Ia pun berpikir jika mungkinkah hal ini bisa membuat sel-sel kanker juga bercahaya.

Ia pun kemudian mencari informasi tentang zat pewarna benama ICG yang memang sudah lama dipakai dalam dunia medis. Jika diinjeksikan pada tubuh pasien sehari sebelumnya dalam dosis yang banyak, maka zat pewarna ini akan terkumpul di sel kanker dan membuatnya bercahaya jika terpapar sinar infra merah.

Dr Sunghil pun kemudian menggunakan zat pewarna ini pada Ryan Ciccozi, pria berusia 45 tahun yang juga harus dioperasi karena kanker. Hasilnya adalah, Ia bisa menemukan banyak sekali sel-sel kanker tersembunyi yang perlu diangkat. Operasi pun bisa dilakukan dengan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Di masa depan, penggunaan zat pewarna ini sepertinya akan semakin banyak dilakukan, khususnya pada penderita kanker payudara dan kanker lainnya.

Kemajuan teknologi kesehatan semakin keren saja, ya Sobat Sehat?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kamis, 15 Maret 2018

Terkena Infeksi Sinus, Pemuda 13 Tahun Ini Meninggal

Terkena Infeksi Sinus, Pemuda 13 Tahun Ini Meninggal
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Marquel Brumley, remaja 13 tahun dari Michigan, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah terkena infeksi sinus. Kematiannya terjadi hanya beberapa minggu setelah dokter memintanya pulang ke rumah karena menganggap virus ini tidak berbahaya bagi kesehatannya.

Photo Source: NY Daily News

Dikutip dari NY Post, Marquel mengalami gejala flu dan migrain parah bulan lalu. Ia pun dilarikan ke bagian gawat darurat di Rumah Sakit Mt. Morris. Meski sudah mendapatkan penanganan medis, kondisinya sama sekali tidak membaik. Sakit kepalanya tidak kunjung mereda sehingga orang tuanya pun kembali melarikannya ke unit gawat darurat. Sayangnya, dokter yang menanganinya tidak tahu apa penyebab dari masalah kesehatan ini.

Setelah mendapatkan pemindaian dengan MRI, diketahui bahwa terdapat infeksi sinus yang menyebar di otaknya. Infeksi ini memicu beberapa penggumpalan darah yang memicu penyumbatan aliran darah dan dua kali stroke. Marquel pun kemudian mendapatkan operasi di Ann Arbor Hospital demi mengatasi infeksi ini. Sayangnya, Ia kemudian berada dalam kondisi koma.

Penggumpalan darah pada kepalanya ternyata tak kunjung mengecil meski sudah ditangani oleh tenaga medis. Gumpalan ini juga memberikan tekanan yang terlalu besar pada otak sehingga otaknya pun tak lagi mendapatkan kadar oksigen yang cukup.

Empat pekan setelah kunjungan pertamanya ke dokter, Marquel dinyatakan meninggal dunia.

Cukup banyak orang yang menganggap infeksi sinus sebagai masalah yang tidak berbahaya. Padahal, jika sampai masalah kesehatan ini terjadi, penderitanya bisa kesulitan untuk melakukan aktivitas harian. Bahkan, sebagaimana kasus yang dialami oleh Marquel, infeksi ini bisa saja menyebar ke otak dan akhirnya bisa memicu masalah kesehatan yang serius dan mengambil nyawa.

Sobat Sehat tidak mengalami masalah pada sinus kan?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Bahaya Reality Show di Televisi

Bahaya Reality Show di Televisi
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-keluarga-nonton-tv

DokterSehat.Com– Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan “perang” komentar antara artis seperti Dedy Corbuzier dan artis-artis lainnya perihal tayangan yang dianggap “alay”. Namun, sebuah penelitian justru menghasilkan fakta bahwa acara reality, acara-acara yang melibatkan orang-orang yang menunjukkan kehidupan nyata, justru bisa tidak sehat bagi penonton ataupun peserta yang terlibat.

Dikutip dari Healthline, seorang mantan peserta acara reality “Master Chef” bernama Jessie Glenn menyebut salah satu rekannya dalam acara tersebut, Joshua Marks, mengalami gangguan psikis yang sangat parah hingga memutuskan untuk bunuh diri setahun setelahnya.

Dalam acara reality, kita tentu pernah melihat konflik antar peserta yang membuat acara tersebut menjadi semakin menarik. Padahal menurut Jessie, hal ini bisa menyebabkan stres traumatik dalam jangka waktu yang lama.

Kerap dianggap sebagai representasi kehidupan modern, dalam realitanya reality show juga sudah didesain sedemikian rupa agar bisa menyediakan drama atau konflik antar pesertanya. Yang menjadi masalah adalah, pesertanya terkadang tidak tahu ada orang-orang yang sengaja memicu konflik tersebut dan akhirnya bisa menyebabkan stres atau trauma tersendiri.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Girl Scounts Organization pada tahun 2011, disebutkan bahwa lebih dari separuh gadis muda menganggap acara reality sebagai sesuatu yang nyata. Bagi anak-anak, mereka bahkan lebih sulit untuk membedakan mana yang dianggap nyata dan yang tidak nyata dari apa yang mereka lihat. Hal ini membuat mereka seperti merasa lebih superior dari orang lain.

Banyak peserta reality show yang ditertawakan, ditolak, atau bahkan menjadi korban perundungan dan hal ini bisa membuat anak-anak atau generasi muda yang menontonnya cenderung lebih agresif.

Melihat adanya fakta ini, siapa saja, khususnya orang tua yang memiliki anak-anak, selalu mengendalikan apa yang ditonton keluarganya di televisi dan memastikan bahwa tidak acara tidak mendidik yang ditonton.

Sobat Sehat sering menonton acara reality tidak?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Air Botol Kemasan Ternyata Terkontaminasi Partikel Plastik

Air Botol Kemasan Ternyata Terkontaminasi Partikel Plastik
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-isi-ulang-botol-air-minum-kotor-bakteri

DokterSehat.Com– Air kemasan botol yang kerap kita beli saat membutuhkan minuman di luar rumah ternyata telah terkontaminasi dengan partikel plastik yang masuk saat proses pengemasan. Fakta mengejutkan ini didapatkan dari sebuah penelitian yang dilakukan di 9 negara berbeda dan dipublikasikan hasilnya pada Rabu, 14 Maret 2018 lalu.

Dikutip dari Channel News Asia, peneliti mikroplastik bernama Sherri Mason dari The State University of New York, Fredonia menemukan fakta bahwa 93 persen dari 250 air kemasan botol yang didapatkan dari Brasil, Tiongkok, India, Indonesia, Kenya, Lebanon, Thailand, Meksiko, dan Amerika Serikat telah terkontaminasi kandungan plastik seperti polypropylene, nylon, dan polyethylene terephthalate (PET), yang bisa ditemukan dalam tutup botol. Kebanyakan dari merek air kemasan botol ini tergolong dikenal luas dan sering dibeli masyarakat.

Mason menyebutkan bahwa 65 persen dari partikel tersebut berbentuk pecahan, bukan fiber. Sepertinya, kontaminasi ini didapatkan saat proses pengemasan botol air kemasan tersebut. Mason juga menyebutkan bahwa di dalam sebuah botol air minum, kita bisa menemukan hingga 10 ribu partikel plastik. Rata-rata 10,4 partikel plastik berukuran 0.10 mm bisa ditemukan untuk setiap liter air. Bahkan, untuk ukuran partikel yang lebih kecil, jumlahnya bisa mencapai 325 untuk setiap liternya.

Meskipun dampak dari kontaminasi plastik ini belum jelas bagi kesehatan tubuh, ada dugaan bahwa hal ini bisa memicu kanker, penurunan jumlah sperma pria, dan peningkatan risiko untuk terkena ADHD dan autisme. Mason pun menyebutkan bahwa air keran yang dimasak jauh lebih aman dari air kemasan botolan.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita membawa bekal air minum dari dalam rumah alih-alih membelinya di luar rumah agar tidak mudah terkena kontaminasi partikel plastik.

Sobat Sehat sering beli minuman botolan tidak?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Akibat Makan Katak, Ada Cacing Pita di Payudara Wanita Ini

Akibat Makan Katak, Ada Cacing Pita di Payudara Wanita Ini
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Sebagian masyarakat Indonesia suka makan katak. Namun, makanan dari bahan katak ini biasanya sudah diolah sedemikian rupa sehingga aman untuk dikonsumsi. Hal yang berbeda justru dilakukan wanita asal Tiongkok yang tidak disebutkan namanya ini. Ia mengonsumsi 5 katak hidup dan kini harus menjalani operasi akibat adanya cacing pita berukuran besar yang bersarang di payudaranya.

Photo Source: Flickr/ David Short

Dikutip dari New Strait Times, wanita yang berasal dari Jiaqing, Provinsi Zhejiang ini mengonsumsi kodok mentah demi mengatasi rematik pada kakinya pada 2013 lalu. Bukannya sembuh, wanita ini justru merasa semakin tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.

Ia pun mengeluhkan sakit dan gatal-gatal pada perut, payudara, dan matanya. Rasa sakit ini semakin menjadi dan kemudian diiringi dengan kemunculan benjolan pada payudara kanan sehingga membuatnya memilih untuk pergi ke dokter.

Setelah mendapatkan pemeriksaan, dokter meminta sang wanita untuk segera menjalani operasi untuk menghilangkan benjolan tersebut. Saat operasi inilah dokter menemukan cacing pita sepanjang 13 cm. Cacing ini berjenis Sparganum Mansoni yang biasa ditemukan di usus kucing atau anjing, namun sangat jarang ditemukan pada tubuh manusia.

Setelah menjawab beberapa pertanyaan, dokter pun menyimpulkan bahwa cacing ini sepertinya berasal dari larva yang masuk ke dalam tubuh setelah sang wanita mengonsumsi katak lima tahun sebelumnya.

Mengonsumsi makanan mentah memang bisa memberikan risiko kesehatan tersendiri. Di kasus yang terjadi Januari 2018 lalu, seorang pria dari California, Amerika Serikat, harus dilarikan ke rumah sakit karena cacing pita sepanjang 1,6 meter berusaha untuk keluar dari anusnya. Pria ini ternyata suka mengonsumsi ikan mentah, khususnya salmon sashimi hampir setiap hari. Dari makanan inilah larva cacing ini diduga berasal.

Kalau Sobat Sehat apakah juga suka makan katak?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kasihan, Atlet Peraih Medali Olimpiade Ini Sakit Mental

Kasihan, Atlet Peraih Medali Olimpiade Ini Sakit Mental
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Kim Bo Reum, atlet speed skating dari Korea Selatan yang baru saja berlaga di Olimpiade Musim Dingin beberapa saat lalu masuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan kecemasan setelah mendapatkan kecaman dari warga Korea Selatan akibat komentarnya sendiri.

Photo Source: AP/ John Locher

Dikutip dari Yahoo, Kim berlaga di beberapa nomor olahraga skating, salah satunya adalah Women’s 500 m Team Pursuit. Kim bertanding bersama dengan rekannya, Park Ji Woo dan Noh Seon Yeong. Mereka bertanding sangat baik, namun, Noh terjatuh sehingga waktu total dari tim tersebut kalah dari tim negara lainnya.

Dalam sebuah wawancara, Kim menyuarakan kekecewaannya pada rekannya yang terjatuh tersebut, Noh yang terlihat menangis karena kesalahannya pun semakin bersedih karena rekannya juga menyalahkannya.

Bukannya mendapatkan simpati, komentar Kim justru mendapatkan kecaman dari warga Korea Selatan. Bahkan, lebih dari 600 ribu orang menandatangani petisi yang meminta pemerintah mengeluarkan Kim dan Park dari tim nasional karena dianggap merusak keharmonisan.

Mengingat Korea Selatan dikenal sebagai negara dengan masalah perundungan yang sangat parah, Komentar Kim juga dianggap sebagai salah satu tindakan perundungan sehingga mendapatkan kecaman hebat. Meskipun Olimpade sudah usai, rasa cemas akan kecaman warga masih dirasakan oleh Kim dan membuatnya takut untuk pergi ke luar rumah.  Ibunda Kim juga mengalami stres parah akibat hal ini.

Atlet yang masih berusia 25 tahun ini sebenarnya memenangkan medali perak di nomor lainnya. Saat menerima medali, Kim yang terlihat tidak bahagia bahkan sampai bersujud di depan penonton sebagai perwujudan dari permintaan maaf atas komentarnya sebelumnya. Namun, publik sudah terlanjur marah. Sebagian warga bahkan sampai meminta pemerintah melucuti medalinya.

Speed Skating termasuk dalam olahraga yang terkenal di Korea Selatan. Di Olimpiade Musim Dingin terakhir, cabang olahraga ini menyumbang 13 dari total 17 medali yang didapatkan negara tersebut.

Sobat Sehat sebaiknya berhati-hati saat berkata pada orang lain agar tidak menyakiti hatinya, ya?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tragis! Bocah Ini Tewas Setelah Terkunci di Mobil 4 Jam

Tragis! Bocah Ini Tewas Setelah Terkunci di Mobil 4 Jam
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Seorang wanita yang berasal dari Port Dickson, Malaysia bernama Hasmah Masroh mengalami sebuah kejadian yang sangat memilukan. Ibu berusia 32 tahun ini mendapati anaknya yang baru berusia 2 tahun meninggal dunia akibat kecerobohannya sendiri.

Photo Source: nst.com.my/ Hazreen Mohamad

Dikutip dari New Strait Times, Nur Awfa Humaisha Muhammad Ali Riduan di bawa sang ibu dengan mobil untuk menuju ke Port Dickson Vocational College, tempat ibundanya bekerja. Namun, tatkala sampai di tujuan, sang ibu lupa jika anaknya masih di jok belakang mobil. Nur Awfa yang masih dalam kondisi tertidur pun terkunci di dalam mobil yang terparkir saat suhu udara sedang sangat panas.

Pukul 13.00 siang atau empat jam setelah Hasmah memarkir mobilnya, barulah Ia sadar jika sang anak masih tertinggal di mobil. Ia pun langsung berlari ke tempat parkir untuk memeriksa kondisi buah hatinya. Nur Awfa yang ditemukan sudah tidak dalam kondisi sadar pun langsung dibawa ke Port Dickson Health Clinic. Namun, dokter disana justru mengonfirmasi jika sang anak sudah tidak lagi bernyawa.

Menurut para dokter, Nur Awfa mengalami heat stroke, kondisi dimana tubuh terpapar suhu yang sangat panas sehingga memicu peningkatan suhu tubuh dengan drastis yang akhirnya membuat korban kehilangan kesadaran.

Menurut salah satu rekan kerjanya, biasanya Hasmah akan menitipkan Nur Awfa ke pengasuh yang ada di kawasan Kampung Paya sebelum berangkat kerja. Ia menduga Hasmah sedang banyak pikiran karena pekerjaannya memang sedang sangat sibuk sehingga membuatnya lupa akan keberadaan anaknya.

Muhammad Ali Riduan, suami Hasmah, berusaha untuk tegar menerima kenyataan ini dan menganggap hal ini murni sebagai sebuah kecelakaan yang tak disengaja. Sementara itu, Zainudin Ahmad yang merupakan salah satu petugas kepolisian dari Port Dickson menyebut mereka masih menginvestigasi kasus ini.

Sobat Sehat sering membawa anak kecil di dalam mobil? Jangan sampai kejadian ini terulang, ya!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terharu! Suami Berikan Ginjal Untuk Kado Hari Pernikahan

Terharu! Suami Berikan Ginjal Untuk Kado Hari Pernikahan
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Monica Calle menderita penyakit ginjal polikistik selama bertahun-tahun. Demi menjaganya tetap hidup dalam kondisi sehat, Calle harus sering melakukan dialysis yang cukup menyakitkan. Namun, di ulang tahun pernikahannya dengan Cesar Calle yang ke 23, Ia sepertinya mendapatkan solusi agar tak lagi melakukan terapi tersebut karena suaminya mendonorkan ginjal kepadanya.

Photo Source: Memorial Transplant Institute

Dikutip dari Foxnews, pasangan ini melakukan operasi transplantasi ginjal selama 5 jam pada 19 Februari 2018 lalu di Memorial Regional Hospital yang ada di Hollywood, California. Monica yang ternyata adalah karyawan dari rumah sakit tersebut menceritakan secara detail pengalamannya dengan masalah kesehatannya dalam sebuah wawancara.

“Rasanya sangat menyakitkan. Aku ketakutan dan tidak tahu apakah akan ada keajaiban untuk kesembuhanku atau tidak,” jelasnya.

Suaminya, Cesar, menawarkan ginjalnya untuk Monica. Desember 2017 lalu, keduanya lalu melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah memang Cesar bisa menjadi donornya atau tidak. Sebagai informasi, mencari donor yang pas bukanlah hal yang mudah dan bisa saja seseorang harus menunggu bertahun-tahun lamanya hanya demi mendapatkan donor yang tepat.

Dr. Juan Arenas, ahli bedah dari rumah sakit tersebut menyebutkan bahwa para tenaga medis cukup terkejut tatkala tahu bahwa Cesar bisa menjadi donor istrinya. Menurut Dr. Arenas, Monica sangatlah beruntung karena kemungkinkan ini sangat jarang terjadi di seluruh dunia. Setelah tes ini, keduanya pun melakukan persiapan demi melakukan transplantasi ginjal.

Monica menyebutkan bahwa Ia sama sekali tidak menyangka jika pria yang Ia nikahi akan menjadi malaikat yang menyelamatkan nyawanya. Wanita yang kini berusia 39 tahun ini menyebut dirinya seperti pemenang undian jutaan Dollar. Padahal, sebelumnya Ia sudah pasrah dengan kondisi kesehatannya. Kini, Ia tak perlu lagi melakukan dialysis dan melakukan hal-hal yang tidak mampu Ia lakukan sebelumnya.

Sungguh romantis ya pasangan ini, Sobat Sehat?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Lama Tinggal di Luar Angkasa, DNA Astronot Ini Tak Lagi Sama Dengan Kembarannya

Lama Tinggal di Luar Angkasa, DNA Astronot Ini Tak Lagi Sama Dengan
Kembarannya
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Expedition 45/46 Commander, Astronaut Scott Kelly along with his brother, former Astronaut Mark Kelly speak to news media outlets about Scott Kelly's 1-year mission aboard the International Space Station. Photo Date: January 19, 2015. Location: Building 2. Photographer: Robert Markowitz

DokterSehat.Com– Scott Kelly, salah seorang astronot yang sudah kembali ke bumi setelah tinggal di luar angkasa selama 2 tahun, mengalami perubahan pada tubuhnya. Memang, secara fisik, Ia masih terlihat sama saja. Namun, 7 persen gen dalam tubuhnya telah berubah dan tak lagi sama dengan kembar identiknya, Mark Kelly.

Photo Source: TBR News Media/Robert Markowitz

Dikutip dari CNN, penelitian yang dilakukan pada tubuh Scott yang kini sudah pensiun dari NASA ini dipublikasikan dalam 2018 Investigator’s Workshop for NASA’s Human Research Program, Januari lalu. Dalam penelitian ini, para pakar mengecek kadar metabolit, sitokin, dan protein pada tubuh Scott. Pengecekan ini dilakukan sebelum, saat dan setelah misinya di luar angkasa.

Para peneliti kemudian menemukan bahwa berada di pesawat luar angkasa yang memiliki kadar oksigen terbatas mampu meningkatkan inflamasi dan mengubah kadar nutrien dengan drastis yang bisa mengubah ekspresi gen. Chris Mason dari Weill Cornell Medicine menyebut perubahan gen pada Scott ini sebagai “gen luar angkasa”.

Begitu sampai ke Bumi, 93 persen dari ekspresi gen pada tubuh Scott memang kembali ke bentuk asalnya. Namun, beberapa ratus “gen luar angkasa” ternyata masih tetap ada dan bahkan ada yang bermutasi.

Menurut Mason, di dalam tubuh Scott terjadi hipoksia, kondisi yang membuat jaringan tubuh kekurangan asupan oksigen. Saat berada di luar angkasa, tingginya kadar karbondioksida dan rendahnya kadar oksigen di dalam pesawat membuatnya mengalami hal ini. Selain itu, panjang telomere yang berbentuk seperti topi pada ujung kromosom juga mengalami perubahan ukuran panjang dengan signifikan. Hal inilah yang juga ikut memengaruhi perubahan DNA pada tubuh Scott.

Penelitian ini sangatlah penting untuk mempertimbangkan apakah akan terjadi perubahan pada tubuh manusia jika harus melakukan perjalanan ke luar angkasa atau jika kita ingin pindah ke planet lain di masa depan.

Sobat Sehat tertarik untuk menjadi astronot?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ingin Lebih Bahagia? Tinggal di Negara Ini

Ingin Lebih Bahagia? Tinggal di Negara Ini
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Photo Credit : www.freepik.com

DokterSehat.Com– Ada banyak cara untuk mendapatkan hidup yang lebih berbahagia. Namun, menurut World Happines Report 2018, salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan tinggal di negara tertentu. Negara manakah yang membuat warganya hidup dengan lebih berbahagia?

Dikutip dari NY Times, Finlandia mendapatkan status sebagai negara paling bahagia di dunia. Setelahnya, berturut-turut diikuti oleh Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Kanada, Selandia Baru, Swedia, dan Australia.

Negara manakah yang warganya paling tidak bahagia di dunia? Negara tersebut adalah Burundi dan Republik Afrika Tengah yang sedang mengalami kekacauan politik yang sangat parah. Meskipun begitu, peneliti menyebutkan bahwa warga Republik Afrika Tengah “sedikit” lebih berbahagia dari warga Burundi.

Negara adidaya Amerika Serikat hanya mendapatkan peringkat ke 18, turun 4 peringkat dari tahun 2017. Meskipun secara ekonomi masih dalam kondisi yang sangat kuat dan pendapatan per kapitanya cukup tinggi, kondisi sosial di Negeri Paman Sam cukup buruk. Harapan hidupnya menurun, angka bunuh diri meningkat, dan kepercayaan pada pemerintah semakin rendah.

Menurut data yang dibuat oleh United Nations Sustainable Development Solutions ini, 58 negara menjadi lebih bahagia tahun ini, namun 59 negara lainnya justru menurun tingkat kebahagiaannya. Pemeringkatan ini berdasarkan enam faktor utama, yakni GDP per kapita, dukungan sosial, harapan hidup, kebebasan untuk membuat pilihan hidup, level korupsi, dan kemurahan hati.

Dr. Sachs, seorang professor dari Columbia University yang terlibat dalam pembuatan laporan ini menyebutkan bahwa migrasi juga bisa mempengaruhi kebahagiaan. Yang menarik adalah, saat seseorang pindah ke negara yang dianggap lebih baik, ada kecenderungan membuat level kebahagiaan negara yang dituju juga meningkat. Meskipun hal ini juga bergantung pada kualitas kehidupan yang dirasakan di negara baru.

Indonesia berada di peringkat ke 96 dari 156 negara yang dicantumkan dalam penelitian ini. Melihat adanya fakta ini, Sobat Sehat merasa bahagia tidak tinggal di negara kita?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Rabu, 14 Maret 2018

Hobi Mewarnai Rambut, Hati Wanita Ini Rusak Parah

Hobi Mewarnai Rambut, Hati Wanita Ini Rusak Parah
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-kesehatan-rambut-bercabang

DokterSehat.Com– Seorang wanita paruh baya dari Harbin, Tiongkok, memiliki hobi mewarnai rambut. Ia mengaku bisa mengganti warna rambutnya setiap bulan dalam 10 tahun terakhir. Tak disangka, kebiasaan buruknya ini membuatnya didiagnosis terkena chemical cirrhosis, kondisi yang menandakan rusaknya organ hati dalam tubuhnya.

Dikutip dari Oddity Central, wanita yang dipanggil dengan nama Chen ini mengaku sudah mulai memiliki uban sejak usia 30an. Saat usianya memasuki 40 tahun, uban ini semakin parah sehingga memutuskan untuk mewarnai rambutnya. Namun, karena rambutnya tumbuh sangat cepat, Ia pun kerap mewarnai ulang rambutnya demi menutupi uban tersebut.

Dua bulan lalu, Chen yang sedang naik tangga menuju kamar tidurnya di malam hari merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Ia merasa sangat lelah dan sulit bernafas. Begitu sampai di kamar, suaminya melihat kulit dan mata Chen terlihat menguning. Ia pun segera dilarikan ke Department of Infectious Medicine in Harbin.

Tim dokter menyebut tubuh Chen memiliki kadar bilirubin 10 kali lebih banyak dari normal. Ia pun kemudian didiagnosis terkena sirosis, penyakit yang biasanya menyerang orang yang suka minum alkohol atau obat-obatan tertentu yang merusak organ hati. Namun, karena Chen bukan orang yang suka melakukan hal tersebut, dokter pun kemudian bertanya tentang kebiasaannya mewarnai rambut.

Chen dirawat di rumah sakit selama 20 hari. Kondisinya memang terus membaik namun dokter berkata bahwa kondisi hatinya sudah tidak bisa diperbaiki sehingga risiko untuk terkena kanker pun sangat tinggi.

Dr. Fu Lijuan dari Department of Internal Medicine for Infectious Diseases menyebutkan bahwa kebanyakan cat rambut memiliki bahan kimia berbahaya bagi tubuh manusia seperti nitrobenzene dan aniline. Bahan kimia ini sangat mudah diserap oleh kulit kepala dan kemudian dimetabolisme oleh hati. Hal inilah yang membuat kerusakan parah pada hati Chen.

Sobat Sehat tidak suka mewarnai rambut kan?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Setelah Menguap, Wanita Ini Tidak Mampu Menutup Mulutnya Lagi

Setelah Menguap, Wanita Ini Tidak Mampu Menutup Mulutnya Lagi
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-konsultasi-mulut-gigi

DokterSehat.Com– Hanya karena menguap, seorang wanita tua berusia 83 tahun dari India mengalami dislokasi rahang yang membuatnya tidak lagi mampu menutup mulutnya. Ia pun harus melakukan operasi rahang yang sangat rumit untuk memerbaiki kondisi ini.

Dikutp dari Indian Express, tim dokter yang dipimpin Dr. Prasad Dadhe dari Sahyadri Multispeciality Hospital yang ada di kota Pune, India, pada minggu, 11 Maret 2018 lalu mengoperasi rahang sang nenek malang tersebut. Dr. Dadhe menyebut rahang sang nenek terkunci akibat dislokasi rahang setelah menguap sebulan yang lalu.

Sejak saat itu, sang nenek tidak mampu makan dan minum dengan baik akibat mulutnya yang terus berada dalam kondisi terbuka. Kondisi ini membuatnya mengalami kelaparan, dehidrasi, dan penurunan berat badan dengan drastis. Tubuh sang nenek yang mulai mengalami kejang otot parah sebagai efek samping dari penurunan asupan nutrisi dengan drastis juga membuat dokter dengan terpaksa membiusnya.

Dr. Dadhe menyebut dislokasi rahang sebagai hal yang sangat jarang terjadi pada para lansia ataupun orang-orang dengan usia yang lebih muda. Yang menjadi masalah adalah, kondisi ini akan membuat seseorang tidak mampu menutup mulutnya hingga posisi rahang dikembalikan ke kondisi yang normal dengan cara-cara medis yang tidak sederhana.

Sobat Sehat tentu pernah mendengar saran dari orang tua yang meminta kita untuk tidak terlalu membuka lebar-lebar mulut saat menguap atau menutup mulut saat melakukannya, bukan? Kalau melihat apa yang terjadi pada nenek ini, sepertinya saran ini benar adanya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Gemuk Setelah Menikah Tanda Bahagia? Belum Tentu

Gemuk Setelah Menikah Tanda Bahagia? Belum Tentu
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-pasangan-kaki

DokterSehat.Com– Cukup banyak pasangan yang cenderung menjadi semakin gemuk setelah menikah. Biasanya, orang-orang yang semakin menggemuk ini dianggap lebih berhahagia dengan kondisi pernikahannya. Namun, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan fakta sebaliknya.

Dikutip dari Time, penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam jurnal Health Psychology ini menghasilkan fakta bahwa pernikahan yang membahagiakan justru akan membuat seseorang mampu menjaga beratnya tetap dalam kondisi ideal.

Ying Chen, salah seorang peneliti yang berasal dari Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebutkan bahwa hubungan pernikahan yang saling mendukung bisa membuat seseorang memiliki berat badan yang lebih sehat. Hubungan yang positif pun dianggap sebagai salah satu aset bagi kesehatan tubuh.

Dalam penelitian yang melibatkan 2.650 orang yang sudah menikah dalam waktu yang lama ini, para partisipan diminta untuk memberikan jawaban berupa skala penilaian pada beberapa pertanyaan yang terkait dengan hubungan pernikahan mereka. Setelahnya, para partisipan ini dicek kondisi berat badannya selama sekitar 9 tahun.

Hasilnya adalah, pasangan dengan pernikahan yang berkualitas cenderung memiliki berat badan yang lebih sehat dan memiliki 10 persen risiko yang lebih rendah untuk terkena obesitas. Menurut para peneliti, para pasangan yang berbahagia ini sepertinya bisa saling mendukung untuk menerapkan gaya hidup sehat. Selain itu, kebahagiaan pernikahan cenderung membuat seseorang menjauh dari hal-hal yang buruk seperti konsumsi minuman beralkohol atau merokok.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak mudah menganggap pasangan yang memiliki berat badan cenderung kurus sebagai pasangan yang tidak berbahagia. Bisa jadi mereka justru lebih baik dan saling mendukung dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Kalau Sobat Sehat berat badannya naik atau turun setelah menikah?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Kejam! Usai Amputasi, Pasien Ini Diberi Bantal Potongan Kakinya Sendiri!

Kejam! Usai Amputasi, Pasien Ini Diberi Bantal Potongan Kakinya Sendiri!
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Sebuah video yang menunjukkan seorang pasien yang sedang dirawat di Maharani Laxmibai Medical College, Uttar Pradesh, India, viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas sang pasien pria tiduran dengan bantal yang sangat tidak biasa, yakni sebuah potongan kaki manusia.

Photo Source: Scoopwhoop.com

Dikutip dari Timesnownews.com, disebutkan bahwa pasien pria berusia 28 tahun ini bernama Ghanshsyam Singh, seorang petugas kebersihan bus sekolah. Singh baru saja mengalami kecelakaan karena bus yang Ia naiki bersama dengan belasan anak-anak terbalik akibat menghindari tabrakan dengan traktor di Maurinapur, 65 km dari kota Jhansi. Luka pada kakinya sudah sangat parah sehingga petugas medis terpaksa harus melakukan amputasi.

Sayangnya, di tempat dimana Singh dirawat sedang tidak tersedia bantal. Petugas medis pun berinisiatif untuk menempatkan kaki Singh yang sudah diamputasi ini sebagai bantal. Salah satu kerabat Singh, Janaki Prasad, menyebut Singh sudah menggunakan kakinya sebagai bantal begitu Ia sampai di rumah sakit untuk merawat kondisinya.

Janaki sudah berulang kali memperingatkan dokter akan hal ini namun sepertinya tenaga medis tidak begitu memperhatikannya. Dua jam kemudian, Janaki pun memutuskan untuk membelikan bantal baru bagi saudaranya ini.

Karena kejadian ini, dua orang dokter dan perawat dikabarkan dipecat dari rumah sakit karena tindakannya dianggap tidak memiliki empati bagi kondisi pasien. Kementerian Kesehatan India juga mengecam tindakan tersebut dan berjanji akan menindak orang-orang yang terlibat dalam kejadian memalukan ini.

Meskipun kondisinya darurat, apa yang dilakukan para tenaga medis ini sepertinya memang sangat tidak baik ya, Sobat Sehat?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Tak Ingin Bayinya Tertular Cacar Air, Ibu Ini Melakukan Hal Unik

Tak Ingin Bayinya Tertular Cacar Air, Ibu Ini Melakukan Hal Unik
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Thu Lam, salah seorang ibu yang baru saja dianugerahi seorang anak mengalami kondisi yang membuatnya dilema. Sebagaimana ibu pada umumnya, Ia tentu ingin selalu dekat dengan anaknya dan merawatnya sepenuh hati. Namun, Ia sedang terkena cacar air, salah satu penyakit yang bisa saja menular pada buah hatinya. Padahal, Thu masih harus menyusui sang anak dan melakukan hal-hal lainnya.

Photo Source: Sohanews

Dikutip dari Mana Berita, wanita yang berasal dari Vietnam ini melakukan hal yang sangat tidak diduga demi mencegah anaknya tertular cacar air. Ia terus menutupi tubuhnya dengan jas hujan plastik meskipun berada di dalam rumah. Thu juga memakai sarung tangan karet dan menutupi wajahnya dengan masker.

Dalam sebuah foto yang viral di media sosial, terlihat jelas Thu sedang menyusui buah hatinya namun dengan kondisi tubuh yang dibalut jas hujan dan benda-benda lainnya. Meskipun terlihat gerah dan merepotkan, Thu hanya tidak ingin anaknya tertular cacar air namun tetap bisa mendapatkan ASI yang sangat penting bagi kesehatan buah hatinya.

Awal mula ide memakai jas hujan ini berawal saat Thu memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Thu sempat bertanya apakah tidak apa-apa jika sang anak masih meminum ASI secara langsung. Sang dokter kemudian berkata bahwa asalkan dilakukan dengan hati-hati, maka anaknya tidak akan ikut tertular cacar air.

Thu pun kemudian segera mencari cara demi meminimalisir kontak langsung dengan anaknya dan muncullah ide memakai jas hujan ini.

Warganet yang melihat foto Thu saat masih menyusui ini memberikan reaksi yang beragam. Ada yang tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Thu karena terlihat konyol, namun ada pula yang mendukung tindakan Thu. Warganet yang mendukung Thu menganggap apa yang dilakukannya sebagai perwujudan luar biasa dari insting keibuannya dan keinginan untuk selalu melindungi buah hatinya.

Kalau menurut Sobat Sehat, cara yang dilakukan Thu Lam ini lucu atau malah kreatif?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Mengidap ALS, Stephen Hawking Tak Bisa Gerak Selama 50 Tahun!

Mengidap ALS, Stephen Hawking Tak Bisa Gerak Selama 50 Tahun!
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Professor Stephen Hawking author of bestseller 'A Brief History of Time', 'Black Holes' and 'Baby Universes and Other Essays' and most recently in 2001, 'The Universe in a Nutshell'. Since 1979 has held the post of Lucasian Professor of Mathematics at the Department of Applied Mathematics and Theoretical Physics, Cambridge University.© COPYRIGHT PHOTO BY MURDO MACLEODAll Rights ReservedTel + 44 131 669 9659Mobile +44 7831 504 531Email: [email protected]STANDARD TERMS AND CONDITIONS APPLY (press button below or see details at http://www.murdophoto.com/T%26Cs.htmlNo syndication, no redistribution, Murdo Macleods repro fees apply.

DokterSehat.Com– Stephen Hawking meninggal di usia 76 tahun. Salah satu ilmuwan paling dihormati di seluruh dunia ini dikenal luas tidak lagi mampu bergerak dan terus berada di atas kursi roda khusus yang bisa membantunya berbicara. Penyebab dari ketidakmampuan Hawking untuk bergerak ini adalah penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ASL) yang menyerangnya.

Photo Source: Beyond Reality News

Dikutip dari CNN, Penyakit ASL menyerang sel saraf pada otak dan tulang belakang sehingga membuat Hawking tidak lagi mampu menggunakan otot-otot pada hampir seluruh bagian tubuhnya. Sel-sel saraf ini tidak lagi mampu mengendalikan otot sehingga membuat Hawking lumpuh. Penyakit ini bahkan bisa membuat seseorang tidak lagi makan, minum, berbicara, atau bahkan bernapas.

Hawking didiagnosis terkena penyakit ini saat usianya baru 21 tahun, tepatnya pada 1963 silam. Saat itu, dokter memvonis hidupnya hanya tinggal 2 tahun lagi. Namun, perkembangan penyakit ini ternyata jauh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya sehingga membuat Hawking tetap bertahan hidup hingga 5 dekade setelahnya.

Selama 5 dekade ini, Hawking yang lumpuh hanya bisa hidup berkat bantuan keluarganya dan teknologi. Satu-satunya bagian tubuh yang masih mampu Ia gunakan adalah beberapa jari tangannya. Dengan jari-jari inilah Hawking bisa mengoperasikan komputer khusus yang bisa menghasilkan suara sebagaimana yang Ia maksudkan.

Menurut Centers for Disease Control (CDC), diperkirakan ada 20 ribu hingga 30 ribu penderita ALS di Amerika Serikat. Setiap tahunnya, terdapat 5 ribu kasus baru dari penyakit ini. Penderitanya biasanya adalah orang-orang dengan usia 55 hingga 75 tahun. Kebanyakan penderita ALS hanya mampu bertahan hidup 2 hingga 5 tahun setelah gejala awal.

Terdapat dua jenis ALS, yakni ALS sporadis yang masih jarang ditemukan dan ALS familial atau yang disebabkan oleh faktor keturunan. Anak-anak dengan orang tua yang memiliki masalah kesehatan ini memiliki risiko 50 persen terkena masalah yang sama. Lebih dari 90 persen kasus ALS adalah yang berjenis familial ini.

Penyebab dari penyakit ini masih belum ditemukan. Terdapat sebagian pakar kesehatan yang menyebut faktor keturunan dan lingkungan yang tidak sehat bisa menjadi pemicunya, namun sebagian pakar kesehatan lainnya menyebut faktor diet atau cedera sebagai pemicunya.

Nah, Sobat Sehat pernah melihat film tentang Stephen Hawking belum? Judulnya “The Theory of Everything” dan cukup tenar, lo!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Selasa, 13 Maret 2018

Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?

Anjing Bisa Mendeteksi Kanker?
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

Firesuite's dog. woof woof!

DokterSehat.Com– Anjing dikenal luas sebagai sahabat terdekat manusia sehingga kerap dijadikan hewan peliharaan. Yang tidak disangka adalah, di Inggris, anjing ternyata mampu dilatih agar bisa mendeteksi salah satu penyakit paling mengerikan di dunia, yakni kanker prostat.

Dikutip dari Daily Mail, Medical Detection Dog (MDD) dibuat sebagai organisasi yang melatih anjing agar bisa mendeteksi gejala awal kanker prostat. Hal ini disebabkan oleh kemampuan indera penciuman anjing yang 40 kali lebih kuat dari penciuman manusia. Anjing-anjing ini diklaim mampu mendeteksi bau khas pada urine penderita kanker prostat.

Dr. Clair Guest, CEO dari organisasi ini menyebutkan bahwa selama ini, deteksi kanker prostat biasanya dilakukan dengan cara melakukan tes prostate specific antigen (PSA) yang terkadang hasilnya tidak akurat atau memasukkan jarum ke dalam prostat, sesuatu yang sangat tidak disukai oleh pria. Dengan menggunakan anjing, maka pria tinggal melakukan hal yang mudah sambil menunggu hasil deteksi.

Sebelum membuka pelayanan deteksi kanker prostat, MDD bekerja sama dengan Milton Keynes University Hospital untuk melakukan uji coba. Hasil dari uji coba ini sangat memuaskan, yakni akurasi ketepatan deteksi mencapai 93 persen.

Ide untuk menjadikan anjing sebagai media pendeteksi kanker prostat sudah mulai diteliti sejak 2012 silam. Cara untuk melakukan deteksi ini juga sangat mudah, yakni dengan membuat pria mengumpulkan sampel urine miliknya yang kemudian diendus oleh anjing yang sudah dilatih. Setelahnya anjing ini akan memberikan tanda khusus pada tenaga medis yang menemaninya untuk memberitahukan apakah sampel urine ini positif menandakan adanya kanker prostat atau tidak.

Anjing-anjing yang dipilih untuk menjadi anggota MDD adalah anjing berjenis Labrador dan Cocker Spaniel karena kecenderungannya yang lebih mudah dilatih sekaligus lebih mudah akrab dengan manusia.

Sobat Sehat punya anjing tidak? Apakah tertarik untuk melatihnya agar bisa memiliki kemampuan medis seperti anjing-anjing MDD?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Terkena Kondisi Langka, Wanita Ini Harus Tidur Dekat dengan Freezer

Terkena Kondisi Langka, Wanita Ini Harus Tidur Dekat dengan Freezer
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Paige Howitt, wanita berusia 23 tahun dari Birmingham, Inggris, mengalami kondisi langka yang membuatnya harus tidur dekat dengan freezer. Paige mengalami sensasi sakit seperti terbakar yang sangat luar biasa. Ia bahkan menganggap rasa sakit ini jauh lebih parah dari saat melahirkan bayi.

Photo Source: Daily Mirror

Dikutip dari Health24, Paige didiagnosis terkena Complex Regional Pain Syndrome yang bisa memicu rasa sakit kronis pada bagian lengan atau kaki. Penyebab dari masalah ini adalah kerusakan pada sistem saraf pusat yang sayangnya tidak dapat disembuhkan.

Kondisi ini membuat Paige kerap terkena sensasi terbakar pada lutut kirinya, pembengkakan parah, otot kejang, dan insomnia. Paige sudah mengalami kondisi ini sejak 6 tahun yang lalu, tepatnya setelah mendapatkan operasi pada lututnya.

Sebenarnya, Paige bisa saja mencegah datangnya rasa sakit ini dengan cara mendapatkan ruangan khusus berisi oksigen yang bisa digunakannya sebagai tempat tidur. Namun, hal ini akan membuat Paige mengeluarkan biaya yang sangat banyak.

Untuk saat ini, Paige mendapatkan solusi yang sedikit aneh namun cukup efektif mencegah datangnya rasa sakit, yakni tidur di sebelah freezer yang penuh dengan es batu dan menempatkan bantal khusus ibu hamil pada lutut kirinya. Sayangnya, tidur terlalu dekat dengan freezer bersuhu rendah tentu bisa berdampak kurang baik bagi kesehatannya.

Paige sedang melakukan penggalangan dana demi bisa mengumpulkan uang sebanyak 25 ribu Poundsterling atau sekitar hampir 480 juta rupiah demi bisa mendapatkan ruangan dengan kandungan oksigen khusus di dalam rumahnya agar tidak lagi menderita. Jika hal ini gagal untuk dilakukan, Paige bahkan berpikir untuk melakukan amputasi pada kaki kirinya agar tak lagi merasakan sensasi sakit tersebut.

Kondisi kesehatan ini membuat Paige melupakan cita-citanya sebagai seorang perawat dan terkena depresi.

Jika Paige tidur dekat dengan freezer, Sobat Sehat tidur dengan menyalakan kipas atau AC?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Mengerikan! Ada 100 Tulang Tertancap di Anus Pria Ini

Mengerikan! Ada 100 Tulang Tertancap di Anus Pria Ini
Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-makan-ikan-omega3-vitamin
pic credit: majento

DokterSehat.Com– Kita tentu pernah mendengar saran dari Menteri Susi Pudjiastuti yang menyarankan kita rajin-rajin makan ikan, bukan? Meskipun memang kaya akan berbagai nutrisi yang menyehatkan, ada baiknya kita juga tidak sembarangan mengonsumsinya.

Seorang pria yang tidak disebutkan namanya dari Sichuan, Tiongkok, mengalami masalah kesehatan yang sangat aneh, yakni kesakitan saat buang air besar akibat anusnya dipenuhi ratusan tulang ikan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Dikutip dari Khaleej Times, pria ini baru saja pesta makan ikan dan mengonsumsi dua porsi besar ikan mas rebus sekaligus. Tak hanya porsinya yang luar biasa, pria ini menelan daging ikan hingga ke tulang-tulangnya. Ia pikir tulang-tulang ini akan hancur dengan sendirinya saat dicerna di dalam perut. Sayangnya, hal ini ternyata tidak terjadi.

Beberapa saat setelahnya, sang pria mengeluhkan rasa sakit yang luar biasa saat buang air besar. Ia pun segera memeriksakan kondisi kesehatan ke Rumah Sakit Universitas Sichuan. Disana, Ia bertemu dengan dr. Huang Zhiyin yang keheranan melihat kondisi sang pria. Bagaimana tidak, bagian rektumnya telah dipenuhi sekitar seratus tulang ikan.

Tulang-tulang ini menancap pada anusnya layaknya jarum sehingga membuatnya mengalami kesakitan yang luar biasa saat buang air besar. Dokter pun kemudian menjalankan operasi untuk mengeluarkan tulang-tulang ikan tersebut.

Meski terlihat sepele, dalam realitanya operasi ini sangat rumit karena banyak sekali tulang yang menancap dan kondisi rektumnya juga bengkak sangat parah. Selain itu, dokter juga khawatir sang pria bisa kehilangan darah dalam jumlah yang banyak. Mereka pun melakukannya dengan sangat hati-hati sehingga operasi dilakukan dengan sangat lama, yakni sekitar 2 jam.

Usai operasi, sang pria kemudian diminta pulang dan beristirahat. Diharapkan, sisa tulang yang masih menempel pada bagian rektum ini akan keluar dengan sendirinya saat ia buang air besar.

Sobat Sehat suka makan ikan ? Ada baiknya jangan menelan tulang-tulangnya agar tidak sampai terkena masalah seperti ini, ya!



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.